Newsletter
Newsletter

Ketika Aku Kehilangan Sinarku Lagi

Scroll down
Putri Orin
Putri Orin
I`m
  • Residence:
    Indonesia
  • City:
    Jakarta

August 17, 2026

3:18 pm

Orin

Hampir setengah tahun ini, tiba-tiba aku kehilangan sinar itu lagi.

Aku bahkan tidak tahu harus bagaimana. Pandanganku terasa gelap, seolah-olah tidak ada lagi cahaya yang bisa kulihat di depan sana. I lost my spark, bagian dari diriku yang dulu membuatku merasa hidup, bersemangat, dan percaya bahwa mungkin semuanya akan baik-baik saja.

Sementara kau masih bersinar jauh di sana.

Dan aku? Aku masih di sini, berkali-kali memaki keadaan. Mengutuk ketidakadilan yang kurasakan, seolah dengan marah aku bisa mengubah sesuatu. Seolah dunia akan tiba-tiba berkata, “Baiklah, kali ini akan kuberikan apa yang kau inginkan.”

Tapi semakin lama, aku tahu semua itu sia-sia.

Mungkin sejak awal aku sudah tahu bahwa ini terlalu sulit.

Aku hanya terlalu keras kepala untuk menerimanya.

Aku memaksakan kehendak, seolah segala sesuatu bisa terjadi hanya karena aku menginginkannya cukup kuat. Seolah perasaan yang begitu besar bisa menjadi alasan bahwa sesuatu harus berhasil. Padahal mungkin tidak semua hal yang kita inginkan memang ditakdirkan untuk kita miliki.

Sesuatu yang dipaksakan, pada akhirnya mungkin hanya akan kehilangan keindahannya.

Atau mungkin aku memang terlalu terbawa oleh perasaan yang menggebu-gebu. Perasaan yang membuat jantung berlari lebih cepat, membuat adrenalin meningkat, membuat segala sesuatu terasa begitu hidup—sampai aku lupa bertanya pada diriku sendiri:

Apakah ini benar-benar baik untukku?

Atau aku hanya sedang mengejar rasa yang begitu kuat?

Aku tidak tahu.

Yang kutahu, akhir-akhir ini aku sedang kehilangan diriku sendiri lagi.

Dan mungkin, kali ini, aku tidak perlu buru-buru mencari cahaya dari orang lain.

Mungkin aku hanya perlu duduk sebentar dalam gelap ini.

Membiarkan diriku berduka.

Membiarkan diriku mengakui bahwa aku kecewa, marah, lelah, dan masih belum bisa menerima semuanya.

Sebab mungkin kehilangan spark bukan berarti sinarku benar-benar telah padam.

Mungkin ia hanya sedang bersembunyi.

Menunggu sampai aku berhenti memaksakan sesuatu yang memang tidak bisa kupaksakan, lalu perlahan belajar menyalakan cahaya itu dari dalam diriku sendiri.

Posted in Public
Write a comment

© 2026 All Rights Reserved.
Email: hello@putriorin.com
Write me a message

    * I promise the confidentiality of your personal information